PEMULUNG KEHIDUPAN
(sebuah renungan di akhir pekan)
Begitu banyak barang-barang bekas.
Namun pemulung tua itu hanya mengumpulkan barang-barang yang masih
berguna baginya. Sisanya ia tinggalkan dalam kantong-kantong plastik
yang membungkus sampah di pinggiran jalan dini hari tadi.
"Aku
memang hanya seorang pemulung yang buta huruf. Tapi aku cukup sadar
untuk mengenal barang-barang apa yang bisa kubawa pulang karena
manfaatnya."
"Bukankah kita semua pemulung di kehidupan ini?, yang sedang mencari bekal untuk perjalanan pulang?".
Namun banyak diantara kita, bahkan dengan kecerdasan serta kepintaran
luar biasa, lebih banyak mengumpulkan sesuatu yang tidak banyak berguna
saat pulang nanti.
Sesuatu yang kita kumpulkan saat ini lebih banyak terbuang dan sia-sia disini setelah kita meninggal kelak.
Bahkan sering kali kita pun tidak mengggunakan seluruh yang kalian miliki itu saat masih bisa menikmatinya disini."
Batin lelaki tua itu hanya nyerocos tanpa ada yang bertanya, seperti
sudah membaca tanda tanya di wajah yang mengamatinya dari seberang
jalan. Ia meninggalkan sebuah hati yang jatuh dalam perenungan.
Luar biasa.
Pastilah lelaki tua itu bukan pemulung biasa. Ia seperti ayam jantan
yang mengetuk pintu hati, membangunkan Jiwa yang tidur dalam mimpi-mimpi
duniawi ini.
by Dr Mustika
Bakungsari
bantu kami dengan cara berkomentar dengan baik di blog ini. agar blog ini tetap memberikan yang terbaik buat anda :) terimakasih
Baca selengkapnya »
0 komentar:
Posting Komentar
Bantu kami dengan cara berkomentar dengan baik di blog ini. agar blog ini tetap memberikan yang terbaik buat anda :) terimakasih